Seorang wartawan atau jurnalis harus mengasah intuisi. Baik dalam mencari berita, melakukan reportase dan saat menulis berita. Intuisi nantinya juga akan membantu menentukan ketepatan lead atau teras berita yang ditulis.

Demikian disampaikan Reporter Radar Jogja, Heditia Syahputri Damanik pada diskusi ‘Mengenal Dunia Jurnalistik’ yang diselenggarakan Rumah Media di Rumah Makan dan Pemancingan Arum Mina pada Minggu (22/4/2012) siang.

Menurut Hedit, intuisi seorang wartawan atau reporter akan diperoleh dengan terus menulis dan meliput berita. “Dengan terus menulis kita akan mampu mengasah intuisi yang kita miliki. Belajar di lapangan atau melakukan peliputan merupakan cara yang paling tepat dalam mengasah intuisi,”jelasnya.

Hedit juga menyinggung saat menulis berita dalam hal ini adalah straight news atau berita langsung. Dimana seorang reporter harus memilih poin yang menarik. “Poin yang menarik bagi penulis dan orang lain atau calon pembaca. Jangan sampai hanya menuliskan poin yang menarik bagi si penulis atau reporter. Karena pada dasarnya berita tersebut akan dibaca oleh orang lain. Sehingga harus menulis berita yang kira-kira akan memperoleh perhatian dari masyarakat,”urainya.

Hedit juga memberikan masukan terkait penentuan lead atau teras berita. “Lead merupakan salah satu hal utama yang harus ditentukan saat menuliskan sebuah berita. Membuat lead yang paling mudah ketika melakukan liputan kemudian terdapat statistik atau data-data berkaitan angka. Misalnya 100 persen siswa SMP se Kota Yogyakarta lulus UN dan lainnya. Selain itu intuisi juga berperan dalam menentukan lead,”tegasnya.

Terkait dengan feature atau berita kisah, Hedit menjelaskan bahwa feature membutuhkan konsentrasi dalam menuliskannya. “Konsentrasi untuk mengembangkan berita agar lebih menarik. Hal-hal yang menarik akan didahulukan dalam menuliskan feature. Karena berita kisah maka dalam penulisannya pun lebih banyak bercerita atau berkisah,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Hedit juga menceritakan mengenai kesulitan yang dialaminya saat melakukan reportase. “Kesulitan saat melakukan liputan adalah ketika bertemu dengan narasumber yang susah. Susah ditemui karena memang sedang sibuk banyak kegiatan atau narasumber tersebut tidak ingin bertemu wartawan dan hal-hal lainnya. Itulah yang mendorong seorang wartawan untuk melakukan pendekatan terhadap narasumber salah satunya dengan pendekatan secara personal,”ungkapnya.

Dunia jurnalistik dijelaskan Heditia sebagai dunia yang paling menyenangkan. “Karena dalam jurnalistik memudahkan kita untuk mengukur atau melakukan evaluasi terhadap kemampuan atau kinerja kita bagaimana. Intinya seorang wartawan harus berani, tidak malu dan terus belajar dalam menulis maupun saat melakukan liputan,”tegasnya.

Anggota baru Up Magazine

Diskusi Jurnalistik tersebut diadakan Rumah Media sebagai pembekalan atau pengenalan terkait dunia jurnalistik bagi anggota baru Upgrade Magazine atau UP magazine. Hal tersebut dilakukan agar anggota baru tersebut memiliki bayangan mengenai dunia jurnalistik. Melalui pemaparan reporter Radar Jogja tersebut diharapkan para anggota baru UP magazine untuk belajar berdasarkan pengalaman reporter yang lebih memiliki banyak pengalaman dalam melakukan reportase di lapangan dan pengalaman dalam menuliskan berita.

About Rumah Media

Lembaga Sosial yang bergerak di bidang media massa

2 responses »

  1. bagazpirlo mengatakan:

    insoiratif ,,imajinatif,,,persuatif…. edukatif….

    hahay….lanjutgan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s