Jurnalistik (journalistiek, Belanda). Ditelusur dari akar katanya (diurma ‘harian’, Latin; jour ‘hari’, Prancis), jurnalistik adalah kegiatan membuat laporan harian, mulai dari tahap peliputan sampai dengan penyebarannya.[1] Oleh sebab itu yang dimaksuda jurnalistik adalah : proses kegiatan pencarian, peliputan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media massa.

SEJARAH JURNALISTIK

Menurut sebuah sumber (Harahap, dalam Mardjuki, 1984), tradisi jurnalistik dimulai pada tahun 600 Sebelum Masehi. Ketika itu di Peking, Tiongkok, diterbitkan surat kabar pertama King Pao. Terbit sekali seminggu dan isinya mengenai keputusan-keputusan Dewan Penasihat atau berita-berita mengenai keluarga raja.

Di Kekaisaran Romawi surat kabar pertama yang bernama Acta Diurna baru muncul pada tahun 59 Sebelum Masehi, yaitu pada zaman pemerintahan Julius Caesar. Waktu itu  Caesar memerintahkan agar semua keputusan senat Romawi ditempelkan di ruang muka gedung senat.

Tempelan keputusan itu disebut Acata Senatus. Semua keputusan senat penting diketahui umum, sehingga Acta Senatus merupakan “surat kabar” resmi Banyak yang menaruh perhatian pada Acta Senatus, khususnya tuan—tuan tanah. Mereka menggaji orang yang setiap hari kerjanya menyalins emua berita resmi dalam Acta Senatus. Dan ilham pun datang pada tukang catat itu untuk memperdagangkan hasil  salinan mereka atas berita-berita resmi. Salinan ini dijual pada tuan tanah yang tak memiliki sekretaris. Jualannya ini dinamakan Acta Diurna, dan pekerjanya disebut Acta Diurnarii. Dari sinilah berasal kata journal dalam bahasa Perancis.

Di Indonesia surat kabar pertama berbahasa Belanda beranama Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementes yang disingkat jadi Bataviasche Nouvellles. Terbit pertama kali pada 7 Agustus 1744 dan berakhir pada tanggal 20 Juni 1746 (Soedarjo Tjokrosisworo 1958:134). Surat kabar untuk bacaan penduduk, dengan bahasa rakyat, bahasa darah atau melayu terbit pertama kali di Surabaya, yaitu mingguan Bromartani, usaha suatu kongsi Belanda Harteveldt & Co. Bromartani bukan surat kabar Indonesia, bukan koran nasional. Surat kabar nasional yang pertama ialah harian Medanprijaji, terbit di Jakarta, 1910.

Perkembangan Jurnalistik

Dalam buku Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature karya Drs. AS Haris Sumandaria. M.Si dijelaskan perkembangan jurnalistik ada tiga tahap :

A. Jurnalistik MediaCetak :

Jurnalistik media cetak dipengaruhi oleh 2 faktor, yakni fakor verbal (bahasa) dan Visual . Verbal sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata dalam rangkaian kalimat dan paragraph yang efektif dan komunikatif. Sedangkan visual menunjukan kemampuan kita dalam menata, menempatkan, mendesain tata letak atau hal-hal yang menyangkut perwajahan.

Bentuknya seperti : Koran, Majalah, Tabloid, Buletin, Newsletter.

B. Jurnalistik Media Eletronik Auditif

Jurnalistik media elektronik auditif atau radio siaran lebih banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal, dan fisikal. Verbal berhubungan kemampuan menyusun kata, kalimat, paragraph secara efektif dan komunikatif melalui lisan. Teknologikal, berkaitan dengan teknologi yang memungkinkan daya pancar radio dapat ditangkap dengan jelas dan jernih oleh pesawat radio yang diterima.

Fisikal, erat kaitannya dengan tingkat kesehatan fisik dan kemampuan pendengaran khalayak dalam menyerap dan mencerna pesan kata atau kalimat yang disampaikan. Bentuknya : radio

C. Jurnalistik Media Elektronik Audiovisual

Jurnalistik media elektronik audiovisual  atau jurnalistik televise siaran meruapakan gabungan dari segi verbal, visual, teknologikal dan dramatikal. Verbal kaitan dengan kemampuan menyusun kata, kalimat secara padat dan efektif. Visual lebih banyak menekankan pada bahasa gambar yang tajam. Teknologikal kaitan dengan jangkau siaran, kualitas suara, gambar yang dihasilkan serta diterima oleh pesawat

Sedangkan dramatikal bersinggungan dengan aspek serta nilai dramatikal yang dihasilkan oleh rangkaian gambar yang dihasilkan secara stimulant. Aspek dramatikal televise menggambungkan tiga kekuatan sekaligus yaitu gambar, suara dan kata-kata. Hal ini dapat mempengaruhi emosional penonton. Bentuknya televisi

D. Jurnalistik Media on-line

Jurnalistik media on-line menggunakan jaringan internet. Bentuknya verbal dan lmage yang verbal sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata dalam rangkaian kalimat dan paragraph yang efektif dan komunikatif. Sedangkan image (gambar) terbagi dua macam yakni statis (foto/ilustrasi) dan dinamis (video).

Bentuknya. detik.com, vivanews.com, kompas.com, bbc.uk


[1] AS Haris Sumandaria. Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature (Bandung Simbiosa Rekatama Media, 2005), hal 2

About Rumah Media

Lembaga Sosial yang bergerak di bidang media massa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s